Kontrol Anak Lewat SIM Card Ponsel Anda!
Ahli IT Makan "Otaknya" Sendiri
Priscilla Chan, Dokter yang Jadi Nyonya Zuckerberg
Monmouth, Si Kota Wikipedia
Foto 'Abbey Road' The Beatles Siap Dilelang
Selamat Ulang Tahun YouTube!
Pelajar 15 Tahun Ciptakan Pendeteksi Kanker Pankreas
Tujuh dari Sepuluh Orang Curhat di Jejaring
Penyebab Facebook Gagal Terbang Tinggi
5 Brand yang Sukses 'Jualan' via Instagram
INDEKS ARTIKEL
Home > News > FYI

Nomophobia, Sindrom yang Tidak Bisa Hidup Tanpa Ponsel
Kamis, 2012-02-23 08:51:00 WIB

(ITEK - FYI) Apakah Anda merasa cemas ketika tidak berada di dekat ponsel? Atau tak pernah lepas dari gadget tersebut hingga terkadang membawanya ke tempat tidur? Jika jawabannya iya, bisa jadi Anda tengah mengalami nomophobia.

Anda tidak sendirian. Nomophobia alias kekhawatiran saat tidak menggunakan ponsel, dialami banyak orang saat ini. Kabarnya, pengguna ponsel yang mengalami Nomophobia jumlahnya terus bertambah. Setidaknya, demikian gambaran yang didapat dari hasil studi SecurEnvoy di Inggris.

Menggunakan layanan jajak pendapat online OnePull, SecurEnvoy menemukan sekitar 66% dari 1.000 orang yang disurvei di Inggris menyebutkan mereka takut kehilangan atau pergi ke mana-mana tanpa membawa ponsel.

Dilansir LA Times, Kamis (23/2/2012), angka ini naik signifikan dari empat tahun sebelumnya. Survei serupa yang juga dilakukan SecurEnvoy menemukan empat tahun lalu hanya 53% pengguna ponsel yang mengalami nomophobia.

Nomophobia sendiri merupakan singkatan dari no mobile phobia. Perangkat mobile di sini dapat diartikan beragam. Namun berdasarkan survei, sebagian besar kekhawatiran yang timbul adalah ketika para pengguna tersebut tidak berdekatan dengan ponsel.

Hasil studi ini juga memperlihatkan, pria lebih khawatir hidup tanpa ponsel. Sementara kaum wanita cenderung memilih untuk tidak terkoneksi. Namun uniknya, sebanyak 70% responden wanita takut kehilangan ponsel sementara pria persentasenya hanya 61%. Ini sepertinya dikarenakan rata-rata pria memiliki dua ponsel ketimbang wanita.

Pengguna berusia 18 hingga 24 tahun adalah golongan yang paling nomophobic yakni sekitar 77%, disusul usia 25 hingga 34 tahun sebanyak 68% dan usia 55 tahun ke atas.

Nomophobia tidak membahayakan asal masih dalam tahap wajar. Namun jika kecemasan yang melanda sudah pada tingkat yang sangat parah, ini bisa mengganggu psikologi.

Lalu apakah ada obat untuk mengatasi nomophobia? Berdasarkan situs allaboutcounseling.com, nomophobia bisa diobati dengan cara terapi menggunakan ponsel seperlunya secara terus menerus.
(Ldr/LW/ITEK/dtc)
Bookmark and Share
 
Berita Terkait

Komentar Anda
Kirim Komentar
Nama
E-mail
Komentar
 
Masukkan Kode
 


 
Advertisement
Ask ICT Expert
Shoula Erfin
Managing Partner In Internet Marketing And Technology Division
Sebar Link
Bu, mau tanya kalau kita banyak taruh link kita dimana-mana katanya bisa
Hallo Ridwan, Untuk kita bisa dengan mudah di index Google banyak caranya.
Berita : Networking | Gadget | Software | Hardware | FYI | Games | ICT Provider | E-tips | Web Technology | ICT Solution
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY | CONTACT US
Partners :
vibizlearning.com vibizconsulting.com vibizmedia.com vibiznews.com beritadaerah.com vibizmanagement.com visijobs.com shoppingandnews.com ictfiles.com lepmida.com
Copyright © 2009 - 2011 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com